PEMERINTAH PUSAT JANGAN “ TUTUP MATA”
SEGERA INVESTIGASI KEJADIAN KORBAN DI KABUPATEN ILAGA
SEGERA INVESTIGASI KEJADIAN KORBAN DI KABUPATEN ILAGA
( Kab. Puncak Papua )
(Telingah ku sakit, Hati ku sedih mendengar Berita korban akibat Pemekaran)
Pemekaran di tanah Papua dan di daerah lainnya, bukan untuk menjadikan masyarakat sebagai Objek korban tetapi untuk Pemerataan Pembangunan Nasional baik fisik maupun non-fisik diberbagai aspek. Melihat permasalahan tentang pelaksanaan PILKADA yang telah dan sedang terjadi di Kabupaten Ilaga telah menewaskan sebanyak 46 koban jiwa manusia. Pada akhir bulan Juli 2011 dalam peristiwa pertama telah menewaskan 21 korban jiwa manusia.
Sebenarnya, Peristiwa itu telah menjadi salah satu fakta, namun karena tidak diselesaikan dengan serius secara birokrasi tersistem. Sehingga, seiring dengan berjalannya PILKADA Maka, peristiwa kedua pun terjadi pada akhir bulan September 2011 yang menewaskan 25 korban jiwa manusia. Dalam kedua insiden ini, banyak masyarakat yang korban luka parah.
Berbagai upaya penyelesaikan masalah ini, sudah dilakukan oleh kedua belah pihak namun belum menemukan solusi yang tepat. Hanya karena ajang kepentingan perebutan kursi (posisi), masyarakat dijadikan Objek korban. Pada hal peristiwa ini bukan tujuan dari pemekaran semestinya.
Kejadian korban oleh ulah PILKADA bukan hanya di Kabupaten Ilaga saja tetapi di kabupaten Yahukimo pada beberapa bulan zilam dan juga di derah pemekaran lain di Tanah papua. Saya berpendapat bahwa;
- Pemerintah pusat jangan”tutup mata”segera investigasi persoalan ini melalui sistem birokrasi yang ada.
- Pemerintah menjadi MEDIATOR dalam solusi kronologi dengan melibatkan Tokoh Adat, Tokoh Agama, tokoh Masyarakat dan Para keluarga korban serta Instansi lain yang terkait dan,
- Batalkan atau bubarkan Pilkada, jika pemerintah tidak bertanggung jawab dalam penyelesaiannya.
Memungkinkan supaya PILKADA dapat tersukses dengan baik , maka tahap awal harus dibuat pernyataan“ IKRAR PILKADA PARA BALON” di depan masyarakat (di atas panggung) yang berstatement tentang; dari Awal, pertengahan dan pada akhirnya pelaksanaan PILKADA harus dapat berjalan dengan Aman, Tertib dan Damai. Sehingga, jika ada kubuh para calon yang beranarkis dapat disanksikan untuk ’tidak mengikuti proses PILKADA’ (dinyatakan GUGUR).
Akhirnya, berpolitik adalah bagian kewajaran dalam suatu Negara, namun masyarakat diharapkan tidak terprovokasi dengan politik praktis yang dapat merugikan kita. Marilah mencari solusi yang terbaik untuk kedamaian tanah dan lingkungan kita.
Peristiwa Ilaga adalah masalah vertikal bukan horizontal sehingga, Instansi terkait segera selesaikan sebelum ada korban berjatuhan!
OLEH = Moses You
Mahasiswa = Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga
No.Contact = 081340787697


0 komentar:
Poskan Komentar